Tahapan Dalam Pembuatan Film Sederhana

Bisnis



Sumber foto : (https://ccsvwikrama.wordpress.com)

Suatu film merupakan sebuah karya kolektif, dalam artian karya ini menjadi kumpulan dari perangkat-perangkat yang saling mendukung antara satu dengan yang lainnya. Proses pembuatan film diperlukan adanya penulis naskah, Sutradara, Asisten Sutradara, Art Director, Director of Photography (DOP), Lightingman, Gaffer, Kameramen, Clepper, Continuity, Waredrobe, Make Up, Sound Designer, Sound Director, Location Manager, Pimpinan Produksi, Unit Manager, Pelaksana Umum (PU), Editor, dll.

Layaknya suatu komponen yang terpadu, bagian-bagian tersebut harus bisa bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu terciptanya sebuah film. Jika dalam proses pembuatannya tidak ada kerjasama yang baik, maka dalam proses produksinya akan buruk.

Memang ketika melihat banyaknya unsur yang harus dipenuhi dan terasa kompleks, akan tetapi suatu film bisa diciptakan dengan perangkat yang sederhana. Lantaran dari dasarnya kalau visualisasi yang kita rangkai telah menggambarkan sebuah alur cerita, dari sini kandungan atau inti film telah kita dapatkan.

Dalam proses pembuatan sebuah film mengikuti tahapan-tahapan sebagai berikut :

1. Development

Adapun yang pertama kita lakukan yakni Development, dalam tahap ini yang dilakukan adalah pengembangan ide, menentukan jenis cerita, genre dan format, penulisan skenario. Sebuah gagasan atau ide bisa datang darimana saja misalnya; dari novel, kisah nyata, dan lain-lain. Dalam pembuatan film ada istilah triangle system yaitu produser, sutradara dan penulis naskah.

Ketika sedang berada tahap ini biasanya mudah untuk mendapatkan ide, dan mereka akan bekerjasama untuk membuat premis, sinopsis, treatment kemudian skenario. Berikutnya produser dan sutradara menyiapkan treatment untuk menyampaikannya kepada investor. Jika berhasil, film ini akan menerima dana untuk proses produksi.

2. Pra Produksi

Selanjutnya pada tahap produksi film ini, setiap langkah yang diambil harus berhati-hati dalam merancang dan merecanakannya. Dikarenakan pada tahap ini akan menentukan tahap berikutnya. Sebagian orang mempunyai pendapat bahwa pada tahap ini semua konsep yang perlu diperdebatkan silahkan diperdebatkan daripada sudah sampai ketahap produksi baru berdebat dan itu sangat memakan waktu, tenaga dan pikiran.

Ketika masuk pada tahap ini hal yang harus dipersiapkan yakni; perencanaan biaya, penjadwalan, analisis naskah lalu ada pembagian tugas lagi menjadi (analisis karakter, analisis wardrobe, analisis setting dan property), dan ada istilah master breakdown, terus ada hunting yang kemudian dibagi menjadi (hunting lokasi dan penetapan lokasi, hunting properti dan wardrobe, casting, perekrutan kru dan penyewaan peralatan), dan yang paling terakhir adalah desain produksi.

3. Produksi

Kemudian dalam tahap ini yakni semua materi yang sudah direncanakan pada dua tahap sebelumnya yang masih mentah untuk direkam baik gambar maupun suara. Ketika semua perencanaan sudah matang nantinya akan lebih memudahkan dalam menghasilkan produksi yang bagus. Akan tetapi, sering terjadi dalam setiap pembuatan film apa yang direncanakan dan di lapangan ada perubahan. Ketika kondisi seperti ini dibutuhkan kemampuan untuk mengambil keputusan yang baik dan tidak mudah panik jika terjadi suatu perubahan-perubahan yang mendadak.

4. Pasca Produksi

Setelah kegiatan produksi, kemudian pada tahap Pasca Produksi hasil rekaman akan dilakukan editing, penataan suara, penambahan efek, scoring music, dan colour grading. Dalam tahap ini, bukan hanya seorang editor saja yang mempunyai tugas atau peran untuk menentukan potongan-potongan gambar. Tetapi, pengawasan dari seorang sutradara dan produser juga diperlukan pada tahap editing agar menjaga keutuhan cerita.

5. Distribusi

Berikutnya tahap produksi film yang paling akhir, yakni film yang sudah selesai akan disalurkan untuk penonton. Pada tahap ini ada beberapa unsur untuk menyaluran film antara lain: bioskop, pemutaran alternatif, festival dan media seperti DVD. Dalam memilih distribusi ini perlu adanya pertimbangan yang baik, kalau perlu sebelum filmnya sudah diproduksi. Agar nantinya target penonton untuk film yang sudah kita produksi ini bisa tepat sasaran.

Demikian tahapan yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah film, dalam kondisi teknologi saat ini yang memudahkan kita dalam membuat sebuah karya tapi tidak melupakan proses atau tahapannya.

Ditulis oleh : Aunur Rahman, Mahasiswa UIN Bandung. Program Internship Generasi Pesona Indonesia.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *