Pertunjukan Wayang Golek Meriahkan Sedekah Laut Kota Tegal 2020

Bisnis



Foto Oleh : (Diah Ramadhanti Safitri)

Sedekah laut adalah kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun bagi masyarakat pesisir, tak terkecuali masyarakat Kota Tegal. Pemaknaan yang sama dengan sedekah bumi, sedekah laut diselenggarakan sebagai wujud syukur atas hasil laut yang melimpah dari Tuhan YME. Selain sebagai ucapan syukur, sedekah laut juga merupakan tradisi masyarakat yang sampai sekarang masih terus dilestarikan. Kegiatan ini biasanya diselenggrakan setiap bulan Muharam atau Syuro.

Secara tradisi, sedekah laut dalam adat masyarakat Jawa tidak lepas dari yang namanya sesaji. Di Kota Tegal sendiri, sesaji yang melengkapi tradisi ini adalah ancak dengan kepala kerbau. Ancak sendiri merupakan rumah-rumahan dari bambu. Ancak yang dibuat, akan digunakan sebagai rumah kepala kerbau. Kepala kerbau akan didandani sedemikian rupa, sedangkan ancak dihias dengan ditambahi padi, daun dari bambu, buah, minuman bersoda, atau sesaji lain. Nantinya, ancak tersebut diiring menggunakan kapal warga sampai ke tengah laut dan akan dilarung (dilepaskan).

Tahun ini, nelayan Kota Tegal melarung ancak di tiga tempat yang berbeda. Pelabuhan Jongor dan Pelabuhan Timur (Pelindo) yang dijadwalkan 6 September 2020 dan di TPI Muaraanyar pada 13 September 2020. Meski tak semeriah tahun sebelumnya dikarenakan pandemi yang belum berakhir, kegiatan tersebut tetap dilaksanakan. Tak sedikit pula warga yang datang untuk ikut melarung atau hanya sekedar melihat iringan kapal yang berangkat.

Sebagai rangkaian acara sedekah laut tahun ini, bertempat di KUD Karya Mina Kota Tegal, digelar juga pertunjukan wayang golek dari sanggar seni Sorban Ireng. Tepatnya pada 5 September 2020, atau malam sebelum pelarungan di Pelabuhan Jongor, pertunjukan wayang golek dibawakan oleh dalang setempat, Ki Sarjono dari Kelurahan Kraton, Kota Tegal. Sejak bada’ isya, warga berbondong-bondong hadir untuk melihat pertunjukan ini. Tak luput juga dari peraturan, pada pertunjukan tersebut juga warga diingatkan untuk menjalankan protokol kesehatan.

Foto Oleh : (Diah Ramadhanti Safitri)

Acara secara resmi dimulai pukul sembilan malam. Dibuka dengan sholawatan yang diiringi orgen tunggal, acara ini juga menampilkan tarian jaipong yang dibawakan salah satu penyanyi (pesinden) dengan iringan gamelan. Di acara selanjutnya, penyanyi membawakan beberapa lagu tarling dan dangdut. Untuk pertunjukan wayang golek sendiri, dimulai tepat pukul sembilan lima belas malam, yang diawali nyanyian dari pesinden dan diiringi bebunyian gamelan.

Lima ancak yang akan dilarung besok paginya juga diperlihatkan pada acara ini. Ancak-ancak tersebut merupakan hasil dari iuran warga masing-masing kelompok (berdasarkan wilayah tempat tinggal). Selain untuk melihat pertunjukan wayang golek, warga juga tertarik dengan penampilan masing-masing ancak dengan kepala kerbaunya yang dihias. Tak sedikit pula yang mengabadikan penampilan ancak di kamera handphone masing-masing. Meskipun acara tidak terlalu besar, setidaknya acara tersebut menjadi hiburan bagi warga yang menonton.

Oleh Diah Ramadhanti Safitri, Prodi Administrasi Bisnis, Universitas Diponegoro pada Program Internship Genpinas 2020



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *