Pameran Terpenjara: Seni Sebagai Media Katarsis

Bisnis

Rasa berat yang membelenggu pikiran dan perasaan tanpa sadar memakan diri sendiri. Itu yang dirasakan oleh Miftah Rizaq, seorang seniman seni abstrak yang menyelenggarakan pameran tunggal pertamanya dengan berlatar belakang peristiwa kelam keluarganya. Peristiwa kelam yang kemudian membangkitkan rasa keputusasaan, perasaan tidak berguna karena merasa tidak mampu untuk berbuat apapun untuk menyelesaikan permasalahan yang menimpa keluarga besar dan kecilnya.

Permasalahan yang menimpa keluarganya itu membuat Miftah merasa terpenjara oleh perasaannya sendiri. “Aku pengen bercerita tentang ayahku yang dipenjara, dan aku yang merasa terpenjara secara psikis atas kejadian itu, maupun keinginanku untuk merespon kegelisahan banyak orang, karena masing-masing orang punya penjaranya. Penjara tidak hanya sebagai bangunan, tapi juga sebagai sekat-sekat imajiner yang membatasi pemikiran-pemikiran, pilihan-pilihan kita, hak-hak kita, itu yang aku diartikan sebagai penjara”, terang Miftah di podcast Seruling Senja.
Cara pengalihan emosi dicarinya, hingga di mana dia dipertemukan dengan kanvas dan menumpahkan luapan emosinya melalui seni.

Proses panjang yang akhirnya menemukan seni sebagai katarsis pembersihan diri, dan media kritik yang mengubah emosinya menjadi energi positif. Seni menumbuhkan rasa semangat berkarya, dan melahirkan karya-karya lukisan abstrak sebagai respon kejadian yang ia alami tahun lalu (2019). Miftah juga berbagi di dalam podcast Seruling Senja, bahwa sebelumnya ia mencurahkan perasaannya, mengkritik lewat puisi dan lagu.

Sobat genpi yang mau tau lebih banyak tentang pameran Terpenjara, bisa datang langsung ke Tiga Roepa yang berada di Jalan Pandega Marta Raya No 43, Yogyakarta, dengan mematuhi protokol kesehatan. Pameran Terpenjara memamerkan 25 karya lukis abstrak yang dikurasi oleh Aa Nurjaman akan berlangsung selama 29 Agustus – 13 Agustus 2020.

Selain bisa menikmati karya-karya lukisan abstrak, kalian juga bisa mengikuti workshopnya dengan melukis di medium kaos dan totebag, lho! Untuk yang penasaran dengan pameran Terpenjara namun terhalang ruang dan waktu, kalian bisa dengerin podcast Seruling Senja. Di sana, kalian bisa dengerin teman-teman Seruling Senja ngobrol santai seputar pameran Terpenjara karya Miftah Rizaq. Kalian juga bisa beli merchandise pameran Terpenjara di Instagram (pameran_terpenjara).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *