Mengunjungi Museum Rumah Cut Nyak Dien

Bisnis



Berkunjung ke tanah rencong atau Aceh nampaknya banyak diidam-idamkan oleh wisatawan. Keindahan alam, kuliner, kebudayaan, dan sejarahnya membuat penasaran orang-orang untuk datang secara langsung. Menyinggung mengenai sejarah, Aceh mempunyai beberapa destinasi wisata sejarah yang menyimpan memori tentang penjajahan zaman dahulu, salah satunya, yaitu Museum Rumah Cut Nyak Dien.

Museum ini dulunya adalah kediaman dari Cut Nyak Dien dan Teuku Umar dan direplika (ditiru) dari bangunan aslinya yang telah dibakar oleh Belanda pada 1896. Museum ini didirikan pada 1981 kemudian diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Fuad Hasan, pada 1987. Tempat ini menjadi saksi sejarah perjuangan masyarakat aceh yang pernah dipimpin oleh srikandi gagah perkasa, Cut Nyak Dien, melawan penjajahan Belanda.

Museum Rumah Cut Nyak Dien berlokasi di Desa Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Kira-kira sepuluh kilometer dari Kota Banda Aceh, dalam waktu tempuh 20 menit. Letaknya yang strategis, persis di sisi jalan raya, membuatnya mudah ditemukan. Selain itu, tersedia lahan parkir yang luas apabila kamu membawa kendaraan pribadi.

Museum Rumah Cut Nyak Dien buka setiap hari pukul 08.00 s.d.17.00 WIB dan tidak dipungut biaya. Namun, kamu tetap bisa menyumbang secara suka rela ke kotak yang telah disediakan untuk perawatan museum.

Saat kamu sampai di museum ini, kamu akan menyaksikan keunikan berupa bangunan sumur yang tinggi kira-kira dua meter di arah depan samping. Dahulu, sumur tesebut dibuat dengan tujuan agar penjajah Belanda tidak bisa meracuni air di dalamnya. Oh ya, sumur ini asli tanpa replika sedikit pun. Ketika masuk ke dalam, kamu akan disambut oleh penjaga yang siap mengantarmu berkeliling di rumah ini.

Museum Rumah Cut Nyak Dien sendiri berbentuk rumah panggung yang ditopang oleh 65 tiang kayu. Ukurannya kira-kira 25 m x 17 m dengan bahan kayu dan beratapkan rumbia. Di dinding ruangan depan terdepan silsilah keluarga dari Cut Nyak Dien. Pajangan foto seakan mengajakmu untuk bernostalgia akan kejadian tersebut. Setelah itu, kamu akan melihat banyak ruangan yang begitu luas yang dihubungkan dengan pintu-pintu. Ruangan tersebut meliputi tempat berdiskusi para pahlawan zaman dahulu, kamar tidur Cut Nyak Dien, hingga koleksi-koleksi senjata yang digunakan untuk berperang, seperti rencong dan parang.

Wah, menarik nih berwisata sembari belajar mengenai sejarah perperangan zaman dahulu. Ditunggu, ya. Sampai jumpa!!

Referensi

  1. Pesona Kompas. (2019). Berkunjung ke Rumah Cut Nyak Dhien di Aceh. Diakses pada 06 September 2020 dalam laman https://pesonaindonesia.kompas.com/read/2019/06/18/231553727/berkunjung-ke-rumah-cut-nyak-dhien-di-aceh.
  2. Utomo, B.S. (2017). Museum Rumah Cut Nyak Dien, Mengenang Srikandi Aceh. Diakses pada 07 September 2020 dalam laman https://www.tempatwisata.pro/wisata/Museum-Rumah-Cut-Nyak-Dhien.

Artikel ini ditulis oleh Mardhatillah Ramadhan, Institut Pertanian Bogor jurusan Ilmu dan Teknologi Kelautan, pada program magang Genpinas.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *