MELIHAT KEINDAHAN PESONA KEPULAUAN PADAIDO

Bisnis



Genpi.id- Pasti kalian sudah tahu bahwa Indonesia, dari sabang sampai merauke memiliki jajaran pulau pulau yang membentuk satu kesatuan negeri ini. Di tahun 2017 telah ditetapkan bahwa ada sebanyak 17.504 pulau yang masuk ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI. Baik pulau besar maupun pulau kecil yang masuk ke wilayah NKRI semuanya memiliki keindahan dan keunikan masing masing yang tentunya mempesona.

Salah satu gugusan pulau pulau kecil dengan pesona yang luar biasa yang dimiliki negeri ini adalah Kepulauan Padaido. Padaido yang konon katanya memiliki arti “Keindahan yang Tidak Dapat Terungkapkan” sudah menggambarkan bahwa pulau ini sungguh menawan. Namun, dulu kepulauan ini memiliki nama Kepulauan Schouter yang berasal dari nama pemimpin sebuah rombongan pelaut dari Belanda yang pertama kali menemukan kepulauan itu pada 1602 yaitu William Schouter. 

Terbentuk dari gugusan 30 pulau kecil yang terletak di tenggara Pulau Biak, ternyata tidak semua pulau tersebut berpenghuni. Secara administrasi, kepulauan ini termasuk ke kabupaten Biak Numfor. Pulau yang berpenghuni di kepulauan ini antara lain Pai, Auki, Wundi dan Nusi.

Berbicara tentang kepulauan tentunya sangat identik dengan wisata baharinya. Kepulauan ini memiliki pantai nan elok dengan pasirnya yang putih dan lembut, juga airnya yang menghijau biru. Kalian tidak perlu khawatir akan tergores karang di pantai ini, karena pasir pantainya sangat lembut seperti tepung lho! Dikabarkan bahwa Kepulauan Padaido memiliki keberagaman biota laut terbesar di dunia.

Berdasarkan data Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian KKP, kepulauan ini menyimpan 95 spesies karang laut atau coral, 155 jenis ikan, 90 jenis terumbu karang dan 7 spesies mangrove. Kepulauan ini memiliki luas terumbu karang untuk reef-flat sekitar 9.252,1 ha² dan deep-reef 328,2 ha². Luasnya terumbu karang yang memiliki arti bahwa ada banyak habitat bagi ikan ikan kecil sampai ikan ikan sedang. Hal tersebut pula yang memancing untuk ikan ikan besar seperti hiu paus turut mampir mencari makan ke wilayah ini. Bahkan kabarnya sempat ada seorang nelayan yang berhasil menangkap Hiu Paus lho!
Tidak heran jika kepulauan ini menjadi primadona di kalangan penyelam baik itu penyelam lokal maupun mancanegara.

Kehidupan masyarakat sekitar diyakini juga sebagai pendukung keasrian wilayah ini, khususnya pada biota lautnya. Masyarakat di wilayah ini memiliki tradisi sasi laut atau tradisi larangan untuk mengambil biota tertentu dari suatu wilayah tertentu yang telah disepakati secara adat. Selain dari hasil laut, masyarakat juga memanfaatkan hasil kebun seperti kopra yang akan diambil atau dimanfaatkan pada saat masyarakat tidak melaut. Masyarakat mempercayai dengan model sasi ini, hasil laut mereka akan tetap lestari. Masyarakat khususnya nelayan di wilayah ini, kerap kali akan diiringi lumba lumba ketika melaut. Mereka percaya bahwa lumba lumba itu adalah nenek moyang dari penduduk setempat. Oleh sebab itu mereka tidak memancing lumba lumba sebagai tangkapan mereka. Untuk kalian yang ingin melihat lumba lumba, bisa menunggu para nelayan pulang melaut ya!

Selain kehidupan masyarakat yang menjaga kelestarian alam, rupanya mereka juga sangat ramah kepada wisatawan lho! Biasanya mereka menyambut para wisatawan yang datang dengan cara membuat api unggun setinggi 10meter dan menyuguhkan nyanyian lagu lagu daerah yang diiringi alat musik buatan masyarakat sendiri. Bukan hanya itu! Tidak jarang masyarakat juga mengajak wisatawan untuk menari bersama. Seru ya?

Di Kepulauan Padaido khususnya di laut area Pulau Samberpasi, kalian bisa melakukan aktifitas memancing bersama masyarakat sekitar. Biasanya masyarakat tersebut berasal dari Pulau Samberpasi itu sendiri. Bukan hanya orang dewasa, bahkan anak anak juga turut memancing di laut. Biasanya anak anak menggunakan tombak untuk memancing. Jangan heran juga, di wilayah ini kalian bisa mendapatkan ikan ikan dengan ukuran selengan orang dewasa! Wah besar ya? Ikan ikan tersebut antara lain kakap merah, bubara, tengiri, cakalang, tuna, baronang, kerapu, hiu, dll. Lobster dan kepiting juga banyak lho di daerah ini! Di Kepulauan ini juga sudah terdapat penginapan bagi kalian yang hanya sekedar ingin bermalam dan rehat sejenak, salah satunya Wundi Guesthouse.

Untuk mencapai pulau ini, kalian dapat menggunakan perahu bermotor dari Pelabuhan Titoti di Biak Timur. Tentunya kalian akan diatar oleh motoris atau si pengemudi perahu bermotor yang memiliki kemampuan membaca arah angin, ombak dan rasi bintang pada malam hari. Sehingga kalian tidak akan terseret ombak ketika melakukan penyebrangan. Biasanya motoris akan membawa perahu menyusuri jalur yang lebih panjang yaitu jalur selatan. Karena bila lewat utara, ombak dan angin dari Samudera Pasifik akan menarik perahu ke tengah lautan.

Jika berkunjung ke Kepulauan Padaido, yuk bersama sama masyarakat sekitar menjaga kelestarian alam khususnya biota laut!

Artikel ini ditulis oleh Febry Dwi Rismayanti dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta, jurusan Manajemen, pada program magang GENPINAS

Sumber :
http://ariechicarito.blogspot.com/2013/04/keindahan-surga-taman-laut-wisata.html?m=1

https://travel.kompas.com/read/2016/08/23/071039327/keindahan.tersembunyi.di.kepulauan.padaido?page=all#page2

https://www.google.com/amp/s/www.mongabay.co.id/2018/01/28/foto-padaido-negeri-indah-yang-terhampar-di-bibir-pasifik/amp/

https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-1512797/taman-laut-kepulauan-padaido-taman-laut-penuh-kejutan



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *