Destinasi Wisata yang Terinduksi oleh Film

Bisnis



Sumber foto : (wisatakita.com)

Halo sobat genpi! Kali kita akan membahas mengenai destinasi wisata yang terinduksi oleh film. Pasti dari kalian bertanya-tanya apa sih induksi oleh film tersebut? Begini sobat genpi ternyata beberapa film yang kita lihat ternyata juga berpengaruh terhadap peningkatan kunjungan wisata di objek wisata yang menjadi lokasi syuting film lho. Konsep tersebut kemudian dikenal dengan istilah Film Induced Tourism atau pariwisata yang diinduksi oleh film. Menurut beberapa penelitian terdapat beberapa destinasi wisata yang terinduksi oleh film lho. Berikut ini akan ditampilkan beberapa destinasi wisata yang dipromosikan dalam sebuah film:

1. Yogyakarta

Siapa sih tak mengenal kota dengan kekayaan budayanya ini. Jika kalian sudah melihat film AADC 2 maka kalian tidak akan asing dengan setting lokasi film. Yap memang hampir 75% lokasi syuting film AADC 2 di Kota Yogyakarta. Namun jauh sebelum film AADC 2 ternyata terdapat film lain yang bersetting di Kota Yogyakarta juga. Film tersebut ialah “Bing Slamet Sibuk” yang dirilis pada tahun 1973. Pada tahun tersebut, Film Bing Slamet Sibuk mendapatkan popularitas di Indoensia. Maka tak langsung hal tersebut juga berpengaruh terhadap pariwisata Yogyakarta. Bagaimana tidak, dalam film tersebut dikenalkan Candi Prambanan dan Keraton Yogyakarta sebagai objek wisata. Hal tersebut ternyata sudah direncakanan dalam pembuatan film untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.

Empat puluh tiga tahun setelah itu kemudian tayang film AADC 2 yang mengambil sebagian besar gambarnya di Yogyakarta. Film tersebut berhasil ditonton oleh 3,6 Juta orang di bioskop. Melalui film AADC 2, objek wisata yang belum dikenal oleh masyarakat luas kemudian berhasil diperlihatkan kepada jutaan orang yang menonton film tersebut. Tentu hal tersebut sebagai sebuah hal yang membanggakan karena turut serta berdampak pariwisata Yogyakarta.

2. Belitung

Jika kalian sudah melihat film laskar pelangi maka kalian dikenalkan dengan keindahan alam Belitung. Selain memotivasi, film ini juga mampu mengenalkan kepada jutaan penonton betapa indahnya alam Belitung. Jauh sebelum film Laskar Pelangi tayang tahun 2008, Belitung cenderung dikenal sebagai lokasi penambangan timah saja. Bahkan ada yang menyebutkan jika Belitung tidak ada dalam peta pariwisata Indonesia.

Kemudian pada tahun 2008 setelah film tayang maka terjadi ledakan pengunjung di Belitung lho. Padahal sebelum film rilis Belitung juga dikenalkan dalam novel dengan judul yang sama. Namun ledakannya baru dirasakan setelah film Laskar Pelangi tayang. Suguhan visual yang dihadirkan dalam film mampu menghipnotis penonton untuk berkunjung ke Belitung. Berkat hal itu, Belitung melalui Tanjung Kelayang diproyeksikan menjadi destinasi wisata tingkat dunia oleh Presiden Jokowi lho!

3. Bali

Berbicara mengenai pariwisata Bali memang tiada habisnya. Bisa dikatakan Bali merupakan ikon pariwisata Indonesia di dunia. Ternyata sudah banyak film dalam negeri maupun internasional yang mengambil lokasi syuting di Pulau Dewata. Sebut saja Calon Arang, The Kris, The Island of Demonds, The Road to Bali, dan Eat Pray Love. Film-film yang disebutkan tersebut tayang sebelum periode 2000an. Wah ternyata sudah lama juga ya! Pantas saja Bali selalu ramai karena sudah dikenal masyarakat Global sejak lama.

Salah satu film yang mampu memberikan ledakan terhadap pariwisata Bali adalah Eat Pray Love yang tayang pada tahun 2000. Film ini menyajikan ketenangan Ubud sebagai sisi romantisme Bali. Berdasarkan data, terjadi peningkatan 10% kunjungan wisatawan asing ke Bali pada periode Januari—September 2011. Bahkan Ubud dijadikan referensi destinasi wisata bagi mereka yang melihat film Eat Pray Love. Hingga Ubud dikenal sebagai lokasi untuk menangkan diri dengan pemenuhan spiritual.

Sumber:

Mulyadi, Raden Muhammad & Sunarti, Linda. “Film Induced Tourism dan Destinasi Wisata di Indonesia”. Metahumaniora, Vol. 9, No. 3, Hlm. 340—356.

Herlambang Eka Persada, Universitas Gadjah Mada, Program internship genpinas tahun 2020, Kelompok 11 Ekonomi Kreatif.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *