Bermalam di Desa Wisata Sauwandarek

Bisnis



“Replika surga yang berada di Papua” adalah julukkan yang tepat untuk kepulauan Raja Ampat. Pesona budaya dan keindahan bentang alamnya yang tiada tara, menjadikan Raja Ampat sebagai destinasi wisata impian para wisatawan. Bukan hanya keeksotisan bawah lautnya saja yang menjadi daya tarik, keunikan dari desa-desa yang ada di Raja Ampat juga tak kalah menariknya, lho! Nah, salah satu desa yang unik nan istimewa ialah Desa Wisata Sauwandarek.

Desa Wisata Sauwandarek terletak di barat Waisai, yang merupakan ibukota Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Desa yang masih menjadi bagian dari Mansar Meos ini, berpenduduk sekitar 46 keluarga dengan total perkiraan 179 orang. Kearifan lokal di desa ini sungguh mempesona. Rumah yang menjadi tempat tinggal para penduduk Desa Sauwandarek sangatlah tradisional, bangunan rumahnya tebuat dari kayu yang beratap daun dan jerami.

Untuk menuju ke Desa Sauwandarek, kamu dapat menggunakan transportasi darat maupun transportasi udara. Namu, jika kamu ingin lebih mudah, kamu bisa memilih penerbangan ke Sorong dahulu. Dari Sorong naik kapal motor dari pelabuhan perikanan Sorong ke Wasai. Ada dua kapal alternatif dari Sorong Waisai. Pertama, menggunakan speedboat dengan waktu perjalanan sekitar dua jam. Sedangkan yang kedua yaitu dengan menggunakan kapal pemerintah setempat, dan membutuhkan waktu selama empat jam dalam perjalanan. Perjalanan selanjutnya menuju Desa Sauwandarek dapat ditempuh menggunakan prahu ajang.

Ketika sudah menginjakkan kaki di desa Sauwandarek, kamu akan merasakan keramatamahan warga dan keasrian lingkungannya yang masih terjaga. Snorkling dan diving di desa wisata ini adalah pilihan yang tepat, karena di desa ini selain terkenal dengan karang-karangnya yang indah, juga memiliki kekayaan fauna di bawah laut.

Oiya, di Desa Sauwandarek juga terdapat telaga yenauwyau, telaga yang berair asin. Masyarakat setempat menganggap telaga ini sebagai telaga keramat. Konon katanya di telaga ini ada sekor penyu putih. Apabila bisa melihatnya, dipercaya akan mendapat keberuntungan. Eits, jangan khawatir bila tak melihat penyu putih, kamu di sana masih bisa melihat burung Maleo Waigo, kok. Burung endemik Raja Ampat yang dilindungi masyarakat setempat, karena terancam punah.

Setelah puas menyusuri keindahan alam, jangan lupa oleh-oleh untuk dibawa pulang ya sobat Genpi

Perempuan di Desa Wisata Sauwundarek khususnya para ibu, terkenal mahir dalam memproduksi kerajinan tangannya seperti topi dan tas, yang berbahan dasar dari daun pandan. Selain untuk dijadikan sebagai buah tangan, kamu juga bisa belajar membuat kerajinan itu langsung di sana, lho!

Artikel ini ditulis oleh Zolanda Syafa’ati Arizas, Universitas Pancasila jurusan Ilmu Komunikasi, pada program magang Genpinas 2020

Sumber : https://www.google.com/amp/s/traverse.id/budaya/sauwandarek-desa-wisata-kriya-di-raja-ampat/@himsaifanah/amp
https://www.google.com/amp/s/www.wowkeren.com/amp/berita/tampil/00230219/3.html



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *