Bangunan Unik Menara Kudus Jawa Tengah

Bisnis



Sumber foto : (https://www.balasoka.web.id)

Menara Kudus merupakan bangunan tua dan unik yang ada di kabupaten Kudus Jawa Tengah, bahkan bangunan ini menjadi bukti mengenai penyebaran ajaran Islam di Pulau Jawa. Selain Menara Kudus ada juga bangunan masjid bersejarah yang menjadi tempat syi’ar agama Islam, ia adalah Masjid Al-Aqsha Manara Qudus atau yang lebih dikenal dengan Masjid Menara Kudus. Bangunan bersejarah yang telah berumur 469 tahun ini terbilang unik karena namanya yang sangat mirip dengan salah satu Masjid di Palestina, Masjidil Aqsha. Kemudian seperti apa ya hubungan di antara keduanya.

Mengenai penamaan masjid Al-Aqsha disematkan karena adanya batu atau prasasti berbahasa Arab di atas mihrab atau tempat imam, konon katanya batu itu berasal dari Baitul Maqdis, Palestina. Batu tersebut berukuran 41 x 23,5 sentimeter. Penyematan kata Baitul Maqdis inilah yang diduga sebagai asal-muasal nama Kota Kudus, yang berarti suci tersebut. Adapun dari para ahli yang meneliti mengenai prasasti tersebut, diketahui bahwa Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan atau yang dikenal dengan Sunan Kudus, sebagai pemberi nama masjid tersebut. Merupakan tokoh dari Wali Sembilan atau Walisongo yang menyebarkan ajaran Islam di pulau Jawa khususnya di Kota Kudus.

Sumber foto :(https://www.nu.or.id/post/)

Kemudian berbicara mengenai keunikan selain dari masjid Kudus ada juga menara yang struktur bangunannya menyerupai candi serta pola arsitektur yang menggabungkan konsep budaya Islam dengan budaya Hindu-Buddha. Bangunan Masjid Menara Kudus ini mencerminkan cara dakwah Sunan Kudus yang dikenal bijaksana. Ketika beliau masuk dan berdakwah dengan mengadaptasi ajaran Islam terhadap budaya masyarakat yang pada waktu itu mayoritas masyarakat setempat masih memeluk agama Hindu dan Budha.

Sumber foto :(https://simas.kemenag.go.id)

Dari bangunan dan prasasti tersebut merupakan bukti peran Sunan Kudus atau Sayyid Djakfar Sodiq dan Sunan Muria dalam menyebarkan agama Islam di daerah Jawa Tengah. Ketika melakukan penyebaran ajaran Islam pada masa itu, masyarakat agama Hindu dan Budha tetap hidup berdampingan dengan kehadiran agama baru, yakni Islam. Kemudian mengenai arsitektur masjid ini memadukan gaya bangunan Hindu namun tetap bernafaskan Islam. Bentuk dari menara utama masjid memiliki bentuk konstruksi yang melebar di bagian bawah. Lalu bagian puncak menaranya memiliki atap yang mirip dengan bentuk atap limasan pendopo, ditambah dengan lafaz “Allah” dalam huruf Arab di bagian puncaknya. Bagian dalam menara ini terdapat sebuah bedug yang digunakan untuk penanda waktu shalat, bersama dengan adzan. Bagian luarnya juga terdapat sebuah jam besar sebagai penanda waktu.

Selanjutnya bahan bangunan lama Masjid Menara Kudus sebagian besar menggunakan material bata merah, kayu jati, dan ubin untuk lantainya. Berbagai macam dekorasi atau ornamennya digabungkan Hindu-Jawa masih menghiasi gapura dan menara masjid. Bagian dalam masjid terdapat dua buah gapura yang disebut dengan Gapura Kembar. Dan bagian atap masjidnya pun masih bergaya lama, yang berbentuk limasan dengan satu titik di puncaknya menyerupai mustaka. Bagian atap yang mempunyai susunan yang semakin kecil ke atas, meringankan beban bangunan yang ditahan oleh fondasi.

Selanjutnya disekeliling bangunan secara keseluruhan, kompleks Masjid Menara Kudus ini dikelilingi pagar tembok dengan gapura-gapura bergaya Hindu. Bangunan menara utama terletak di bagian timur, yang berdampingan dengan Gapura Padureksan Kidul Menara. Selain masjid dan menara adapula Makam Sunan Kudus yang berada di bagian belakang masjid. Sudah lebih dari 400 tahun berdiri, Masjid Menara Kudus juga pernah direnovasi sebanyak 4 kali. Renovasi tersebut dilakukan di tahun 1919, 1933, 1976, dan 1978. Sebelum adanya renovasi banguanan masjid, luas bangunan asli masjid lebih kecil daripada sekarang. Semoga masih tetap berdiri kokoh dan indah sebagai bangunan bersejarah yang memiliki dampak besar dalam penyebaran ajaran Islam.

Aunur Rahman, Jurnalistik UIN Bandung, Program Internship Generasi Pesona Indonesia.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *